Sinetron Indonesia
Sinetron Indonesia
Home | Profile | Register | Active Topics | Active Polls | Members | Private Messages | Search | FAQ
Username:
Password:
Save Password
Forgot your Password?




 All Forums
 Bicara Sinetron, Drama dan Film
 Bicara Sinetron dan Film Indonesia
 Jodoh Romantis SCTV-TAMAT
 New Topic  Reply to Topic
 Printer Friendly
Previous Page | Next Page
Author Previous Topic Topic Next Topic
Page: of 9

nona
SI Protege



Malaysia
467 Posts

Posted - 12 Feb 2007 :  14:37:55  Show Profile Send nona a Private Message  Reply with Quote

sepi banget ya!

btw,nanti malam ada JR ..
jangan lupa ya semua...
moga2 aja jalan ceritanya lebih bagus ya..
kalo ga, nanti ga ramai yg lihat,
then kalo ratingnya rendah, bisa aja tamat mendadak...
ga mau deh..

@ivens: seperti biasa, gue tunggu reviewnya ya...

...TwiN's eFFecTs....


MaRceL & MiSchA ChaNdraWinaTa
Go to Top of Page

Google AdSense

USA
Mountain View


sweet_arika
SI Protege



Indonesia
224 Posts

Posted - 12 Feb 2007 :  17:15:25  Show Profile Send sweet_arika a Private Message  Reply with Quote
nanti malam, ada JR lagi ya, wah senangnya liat Marcel lg,
walaupun sekarang pasangannya bukan Arika
emang sih, JR belum begitu ramai, kan baru episode pertama
mungkin nanti kalau JR sudah beberapa episode
mudah2an jd lumayan ramai, dan banyak penggemarnya
tapi tetep aja aku gak suka lihat si Marcel meluk atw cium si Nabila Syakieb
jadi merasa di khianatin, sama Kevin..
hehe.. kok jd OOT ya, anyway
Iven’s aku jg nunggu reviewnya ya…!!!

Go to Top of Page

nona
SI Protege



Malaysia
467 Posts

Posted - 13 Feb 2007 :  08:12:13  Show Profile Send nona a Private Message  Reply with Quote
selamat pagi semuanya ....!!!

gi mana JR tadi malam? seru khan ...
gue suka kok episode tadi malam..
kayaknya lebih bagus deh dari episode sebelumnya...

...TwiN's eFFecTs....


MaRceL & MiSchA ChaNdraWinaTa
Go to Top of Page

ivens
SI Apprentice



Indonesia
501 Posts

Posted - 13 Feb 2007 :  17:01:21  Show Profile Send ivens a Private Message  Reply with Quote
Jodoh Romantis

Episode 2 => Senin 12 Februari 2007 / 20.00 / SCTV




Pintu kelas di buka. Anak-anak yang tadinya masih bercanda, dan ngobrol, langsung diam begitu pak Priyo masuk.
“Pagi…” Ucap Pak Priyo
“Pagi, Paaak…!!”
“Anak-anak, hari ini kalian mendapat wali kelas baru… “
“Horeee...” Teriak anak2
“Silakan, Bu…” Pak Priyo menyuruh Nayla masuk

NAYLA pun melangkah masuk. Dan… semua murid menatap takjup pada NAYLA! Dan Nayla membalas tatapn semua muridnya satu persatu dengan senyuman. Tapi betapa kagetnya ia saat melihat ada seorang murid yang dikenalnya. Briyan... ya Briyan semula ia cuek dengan kedatangan Nayla, sebelum akhirnya teman2 Briyan mencoleknya. Briyan menatap ke arah Nayla. NAYLA sama sekali gak menyangka, kalo BRIYAN ternyata hanya seorang murid SMU. Dan BRIYAN bener-bener surprise mengetahui bahwa NAYLA bakal menjadi gurunya… Mata mereka beradu pandang dan keduanya sama-sama terkejut (karena nggak menyangka, BRIYAN adalah murid SMU dan NAYLA ternyata seorang guru!)

BRIYAN malah melongo sampai2 KEN menyikut-nyikut BRIYAN, sambil berbisik.
“Bri, Bri... itu kan... orang yang udah bikin kita celaka?” Bisik Ken.
BRIYAN masih diam terpaku menatap Nayla...
“Cewek yang mau kita peres karena bikin show kita berantakan khan!” sambung Hendri.
BRIYAN masih tetap terpaku menatap Nayla.
“Ooo... ternyata dia guru?!”
“Bukan!” Briyan Menggeleng
“Bukan guru, maksud lo?!” Tanya Bombom heran. BRIYAN tersadar kalau ia barusan keceplosan.
“Ohh, nggak... maksud gue... nggak nyangka aja, kalau dia ternyata guru!” Elak Briyan.

Sementara NAYLA di depan kelas...
“Kenapa dia ada di sini?!” Tanya Nayla dalam hati. ”Yaa, Tuhaaan... jadi dia... murid SMU?!” NAYLA sedikit ngeringis. Ilfil, menyadari orang yang bermesraan bersamanya... ternyata cuma seorang murid SMU!!
“Nah, Bu Nayla... “ Tiba2 Priyo mengagetkan lamunan Nayla. ”Selamat memulai tugas baru... di tempat yang baru...”
”Terima kasih...” Jawab Nayla tergagap.
”Kalau begitu saya permisi dulu” Ucap Priyo. Tapi Priyo yang tadinya hendak keluar malah masuk lagi dan lagi2 untuk kedua kalinya berpamitan pada Nayla.
”Saya Permisi dulu ya, Nayla....” Ucap Priyo lagi sambil tersenyum. Sementara anak2 yang merasa risih dengan Priyo, dengan jail menjawabnya.
”Iyaaaa... Pak.........!!!” Jawab mereka serempak. Dan Priyo priyo pun keluar.
Lalu NAYLA memperkenalkan diri dengan sikap dan suara yang tegas, sambil menatap tajam pada BRIYAN (seolah seperti memberikan peringatan kepada BRIYAN.
“Anak-anak... saya Nayla... Mulai hari ini, saya yang akan jadi wali kelas kalian! Sekarang kita mulai, dan keluarkan buku-bukunya.”

Sementara itu, PRIYO duduk di ruang kepala sekolah, dengan menumpangkan kaki, santai, dan sambil sial siul. Gak berapa lama kemudia PAK KEPSEK masuk, dan terkejut.
“Ohh, pagi, Pak... Priyo” Sapa Pak Kepsek
“Pagi.” Jawa Priyo
“Saya pikir, bapak langsung kembali ke yayasan tadi” ucap pak Kepsek
“Tidak. Karena mulai hari ini... saya akan berkantor di sini.” Jawab Priyo sambil tersenyum.
PAK KEPSEK tampak kaget. Tapi percuma, toh dia tidak bisa bicara apa-apa.
“Ohh, begitu...?!” Balas Pak Kepsek
“Yah! Keputusan ini saya ambil... supaya... pengawasan saya bisa lebih melekat! Saya mau, sekolah ini menjadi sekolah favorit di tahun ajaran baru nantinya...” Ucap Priyo lagi, sedangkan pak kepsek hanya manggut-manggut
“Ya, ya... Tapi, Pak... s-saya...?!” Pak Kepsek terbata.
“Pak Kepsek, untuk sementara, bapak bergabung di ruang guru, sampai ruangan saya selesai direnovasi dan siap huni!” Ucap Priyo lagi. Pak Kepsek hanya bisa menurut.
”B-baik, baik, Pak... Saya permisi. ”PAK KEPSEK pun akhirnya keluar ruangan, dengan perasaan tak menentu karena ruangannya dikudeta!


Sementara itu dikelas, murid-murid yang lain konsentrasi mengerjakan tugas, tapi BRIYAN malah tak berkedip menatap NAYLA di depan kelas. Sesekali tersenyum dan atau melambaikan tangan. Tapi NAYLA malah melengos, buang muka.
“Eghhh... kenapa bisa aku dibodohin anak kecil?!” Sungut Nayla dalam hati.
Nayla sepertinya tak bisa menerima kenyataan kalau BRIYAN ternyata masih SMU. Tapi justru berbeda dengan BRIYAN, yang sepertinya tidak masalah kalau NAYLA ternyata seorang guru. Briyan masih saja memandangi Nayla
“Hebaaat... semuda itu, dia udah bisa jadi guru.” Ucap Briyan dalam hati. BRIYAN senyam senyum sendiri.
“Atau jangan-jangan... umurnya udah... tua?! Tapi dia awet muda. Lebih muda dari usia yang sebenernya... “ masih dalam hati Briyan. BRIYAN senyum lagi.
“Cuek lah... mau dia tua, mau dia guru... yang penting dia cantik dan gue suka, dia suka! Itu aja!” Tapi tiba2 Ken menyikutnya.

“Bri, lo nggak takut saraf mata lo rusak?!” tanya Ken asal
“Heghh?! Kenapa?!” Jawab Briyan heran
”Abis dari tadi gue liatin, mata lo belom ngedip-ngedip!” BRIYAN langsung mengedip-ngedipkan matanya. Briyan pun jd Tersipu. KEN ketawa-tawa.

Nayla yang merasa risih karena terus di pandangi Briyan akhirnya bertindak.
“Briyan, kamu kerjakan soal didepan” perintah Nayla tiba2. Briyan jadi kaget.
“Saya, bu” Tanya Briyan menyakinkan
“Iya..kamu” Jawab Nayla lagi. Briyan pun maju ke depan, tapi belum juga sempat mengerjakan soal, bel istirahat sudah berbunyi. Anak2 bersorak senang, juga Briyan.
“Oke, anak2, yang lain boleh keluar, kecuali Briyan,” Ucap Nayla, tegas. Anak2 pun berlarian keluar kelas menuju kantin, sementara Briyan, dia masih saja senyum2, ia merasa agak sedikit GE-ER karena Nayla menyuruhnya tetap di kelas.
“Kamu, kerjakan soal yang tadi” Perintah Nayla lagi.
“Tapi, Nay...”
“Kerjakan sekarang...!!” ancam Nayla.


Nayla yang kesal, sepertinya sengaja menghukum Briyan untuk mengerjakan soal-soal tadi. Padahal, BRIYAN tampaknya nggak bisa mengerjakan soalnya.
“Tapi, Nay...Ehh, Bu... s-saya kan belum belajar...” Ucap Briyan memohon
“kerjakan..!!”bentak Nayla
”Tapi pelajarannya aja belom sampe ke soal yang ini, Bu...”
“Kerjakan!!” bentak Nayla lagi.
”Eghh... g-gue... gue nggak bisa, Nay-...”
“Gue, gue! Kamu tau nggak sih, bahasa Indonesia yang baik dan benar?! Kamu tau kamu lagi ngomong sama siapa?! “ Kali ini Nayla benar galak. “saya ini G u r u k a m u ! ! Bisa Hormat sedikit kan??!!Kerjakan!!”

Ternyata, teman2 Briyan mengintip mereka dari luar kelas sambil bisik-bisik.
”Busyet... cantik-cantik ternyata galak.” dan Briyan sadar, kalau ternyata teman2nya mengintipnya, dan mencoba mengusirnya. Tapi Nayla langsung memarahinya.
“Kamu,gaya-gaya jadi anak band..soal kayak gitu aja nggak bisa!” bentak Nayla lagi “sekarang, Kerjakan” Briyan pun jadi jipe dan kembali menghadap ke papan tulis. Tapi sepertinya Nayla sudah tidak sabar, NAYLA keluar ruangan. Dan BRIYAN yang melihatnya pun langsung mengejarnya.

NAYLA jalan keluar kelas dengan cepat, tapi BRIYAN keluar kelas dan menyusulnya.
“Nay... Nayla...” panggil Briyan “Nay, kamu kenapa sih?!” Tanya Briyan. Tapi NAYLA masih pura-pura seperti orang yang nggak kenal. Briyan menarik tangan Nayla.Tapi NAYLA langsung menepis dan menoleh kepada BRIYAN.
“Aku nggak pernah kenal kamu!!” Ucap Nayla angkuh. Lalu berbalik dan NAYLA bergegas pergi, meninggalkan BRIYAN yang bengong.


NAYLA berjalan dengan tergesa2. Dan saat yang sama, PRIYO keluar dari ruangan Kepsek Mereka tabrakan. Buku-buku NAYLA jatuh. PRIYO langsung gugup.
“M-maaaf...” Ucap Priyo.
NAYLA kemudian mengambil buku2nya yg terjatuh. Tapi Priyo bukannya membantu malah berkhayalsambil pegang2 tangan NAYLA. Tapi Nayla langsung menepisnya. Kemudian bangkit meninggalkan PRIYO. PRIYO pun akhirnya memanggil sambil mengejar Nayla. sementara NAYLA terus bergegas. Tapi PRIYO berhasil menjajari dan menahan NAYLA.
“M-maaf... s-saya cuma mau ngajak Bu Nayla keluar makan siang.” Priyo terbata. NAYLA melihat ke jam tangannya. “Kayaknya waktunya nggak cukup kalau kita harus keluar makan.” Balas Nayla.
“Ahh, itu bisa diatur.” Ucap Priyo lagi. “Telat-telat sedikit, nggak papa lah...” Tapi Nayla tetap menolaknya.
“Paak... guru itu wajib ditiru. Kalau gurunya aja terlambat, gimana sama muridnya?!”
“I-iya... bener juga!” PRIYO pun makin gugup.
“memangnya di sini nggak ada kantin?!” Tanya Nayla.
“A-ada... Kalau mau, Saya bisa mengantar ibu kesana.” Jawab Priyo.
“Makasih. Tapi saya bisa mencari sendiri” Tolak Nayla
NAYLA langsung meninggalkan Priyo, Tapi Priyo langsung menyusulnya.
“Saya mau ke ruang guru dulu!” Ucap Nayla
“Saya antaaar!” Tawar Priyo bersemangat. Akhirnya NAYLA bisa senyum sambil geleng-geleng kepala.

Sementara itu Briyan, n the band lagi kumpul di kantin. Briyan jadi lebih pendiam dari yang lainnya.
“Kayaknya... Bu Nayla sengaja banget nyuruh lo ngerjain soal, ya Bri?! Tanya Robby.
“Dia dendam kali, karena kita minta ganti rugi sama dia...” Sambung Ken lagi. “Masih untung kita gak jadi lima puluh juta!”
“Lagian kenapa jadi dia yang marah?! Oh ya, Bri... waktu keluar rumah sakit, lo ngejar dia..lo sempet kenalan gak?! Tanya Hendry lagi. Tapi BRIYAN malah bengong. Sampai akhirnya bombom mengejutkannya.
“ Oi..Bri, Briyaaan!!” Briyan kaget.
Sori, sori... Kenapa?!” Tanya Briyan.
“lo jadi gak kenalan sama dia, waktu di rumah sakit?!” Tanya Ken Lagi.
“Oh...jadi.kok” Jawab Briyan
“Trus... gimana?! Cantik mana Bu Nayla sama pacar baru lo itu?!” Tanya yag lain penasaran. Tapi saat, BRIYAN baru mau jawab. Nayla yang kebetulan melintas dan mendengar pembicaraan mereka langsung berdehem. Dia datang bersama PRIYO. Briyan dan yang lainnya langsung memberi salam hormat dan pergi menyingkir.



Dilapangan basket, BRIYAN nampak murung sementara yanga liannya pada asik nge-basket. BRIYAN terduduk di pinggiran lapangan. Sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Kenapa Nayla jadi berubah banget ya?!Ketus! Jutek!” Pikir Briyan dalam hati. BRIYAN menghela napas. Menyapukan pandangannya ke temen-temennya yang lagi main basket. Tiba-tiba BRIYAN dapat kesimpulan.
“Jangan-jangan... dia marah, karena dia ngerasa dibohongin!” Pikir Briyan. Tiba2 Luna datang dan mengahampiri Briyan.
“Hey, Bri... ikutan main basket, ya?!” Pinta Luna
“Ikut aja... siapa yang ngelarang?!” Jawab Briyan asal. Briyan pun langsung pergi meninggalkan Luna, tapi Luna langsung mengejarnya.

“Briyaaan, tungguuu!” Teriak Luna. BRIYAN menoleh sengit. “Katanya mau ikutan maen?!” Tanya Briyan ketus.
“Ya, abis kamu nggak ikut...” Jawab Luna.
“Kok bisa-bisanya ya, elo ngegantungin hidup lo sama gue?!” Briyan mulai marah.
“Karena kan, aku sayang kamu, Bri...” Jawab Luna lagi.
“Udah deh Luna, jangan terus2an mimpi!” Bentak Briyan sambil bergegas pergi, tapi Luna langsung menahannya.
“Kamu udah punya pacar, ya?!” Tanya Luna penasaran. Tapi Briyan tetap gak perduli.
“Bri... siapa sih, pacar lo?! Kasih tau dong... apa dia cantik,?! Lebih cantik dari aku?! Karena itu makanya kamu milih dia, daripada aku?!” Briyan langsung berhenti.
“Yang pasti nggak cerewet kayak lo!” Ucap Briyan makin kesal, dan langsung berbalik dan menyudutkan Luna ke tembok,(seolah-olah mau ngapain gitu).
“Jangan...Bri...j-jangan!” Ucap Luna, yang kemudian langsung memejamkan matanya, karena menganggap kalau Briyan mau menciumnya. Tapi Briyan malah hanya memandangi Luna dengan tampang bete. Nah, disaat itulah, NAYLA kebetulan melintas dan melihat mereka. Nayla pun jadi kaget.Nayla berdehem, dan itu otomatis membuat Briyan menjadi salting. Sementara Luna tersenyum puas. Nayla kemudian langsung pergi meninggalkan tempat itu.
“Lo udah bikin semuanya berantakan, tau!” Bentak Briyan pada Luna.dan Briyan pun langsung mengejar Nayla.

Siangnya saat pulang sekolah, Briyan yang masih penasaran dengan Nayla langsung mengejar Nayla yang hendak pulang. Briyan berusaha menjelaskan pada Nayla tapi Nayla yang masih marah, bersikap seolah tidak kenal dengan Briyan. Briyan pun jadi kesal.

“Nay! Setelah apa yang kita lewatin sama-sama, kamu lupa?! Masa kamu nggak inget sih?!” Tanya Briyan
“Nggak tuh...” Jawab Nayla Asal. Briyan makin kesal. Sampai2 ia berfikir kalau Nayla itu amnesia. Nayla berusaha meninggalkan Bryan, tapi lagi2 Briyan menahannya, bahkan samai memaksa Nayla menatap wajahnya.
“Ya, ampun, Nay... aku Briyan! Kamu pernah bikin aku sama temen-temen celaka!”
“Ohh... itu?! Kamu mau apa lagi?! Mau meres lagi?! Mau minta duit lagi?!” Tanya Nayla sinis.
“Y-ya nggak gitu, Nay!” Jawab Briyan kebingungan. “Aku Briyan... Briyan yang sayang sama kamu.” NAYLA tertegun. BRIYAN memberanikan diri mengambil tangan NAYLA dan menggenggamnya. “Inget danau, Nay?!” Tanya Briyan. Nayla pun jadi teringat lagi. Tapi Nayla langsung menepis pegangan tangan Briyan dan bergegas pergi.

Pulang mengajar, NAYLA langsung datang ke butik, Reni dan Mama Melinda menyambutnya dengan pertanyaan yang sama. Tapi Nayla tidak menjawabnya, malah langsung menarik tangan Reni.
“Ayo, ikut gue, Ren...” Ucap Nayla.
“Lho, lho?! Mau kemana?! Cerita dulu sama mama. Gimana soal Priyo?!” Tanya Mama Penasaran
“Dia baik-baik aja... Cuma dia kayak serigala tua yang siap menerkam!” Saut Nayla asal.Mama pun tertawa ” Tapi Serigala yang gak punya gigi” Ucap Nayla sambil berlalu pergi bersama Reni.

Nayla mengajak Reni makan di cafe. Nayla cerita soal jalan2 mereka ke pasar seni kemaren.
“Gue ketemu jodoh gue!” Ucap Nayla singkat. Reni pun langsung antusias.
“Ohh, ya?! Dimana?! Kayak apa, Nay?!Pak Priyo itu?!” Tanya Reni asal.“Bukan lah! Itu sih pilihan nyokap gue!” Lo dengerin dulu!” sungut Nayla. Reni langsung pasang tampang serius.
“Trus kita sempet jalan... Sekali, pernah dia nganter gue pulang... “Ucap Nayla kemudian.
“Jadi nyokap lo udah kenal dia?!” Tanya Reni kaget.
“Udah. Tapi nyokap malah marah-marah, mandang sebelah mata, karena dia seorang musisi!”
“Wouw... romantis donk, Nay!” goda Reni.
“Iya, Tapi...” Nayla terdiam “Gue udah sengaja mau ngajar di Jakarta dan masuk ke sekolah Priyo, khan Cuma karena supaya gue bisa deket sama jodoh gue ini...” Reni ngangguk, masih mendengarkan dengan seksama.
“Tapi ternyata...dia murid gue!” Reni tercengang sesaat, lalu langsung tertawa terbahak-bahak.
“Makanya jangan percaya ramalan..” Ejek Reni. “Mending lo sama Priyo aja..”
“Ya, ampun, Ren... Pak Priyo itu bujang lapuk yang udah out of date! Kalau di butik nyokap, udah didiskon tujuh puluh lima persen, kali!” Sungut Nayla.
“Aduhh, aduhh... nasib lo apes banget, ya?! Dapet daun muda, salah. Dapet daun tua, alot...”Goda Reni.sementara Nayla jadi cemberut.

BRIYAN dkk lagi di studio. Tapi BRIYAN nampak nggak terlalu semangat. Ia memukul nada drumnya tanpa beraturan. Teman2 Briyan pun jadi heran, dan menyangka kalau Briyan habis putus sama cewek barunya. Bahkan Hendri menawarkan Briyan untuk ngegebet Nayla saja. Tapi Briyan tetep cuek aja dan langsung bergegas pergi.

Sementara itu, Nayla (menyetir) dan Reni yang hendak balik, Nayla bingung, dan masih aja curhat soal Briyan. Nayla juga bilang pada Reni kalau Briyan adalah orang yang sama yang pernah ditabraknya kemaren. Reni pun makin kaget. Tiba2 HP Nayla berdering-dering. Nayla mengambil HP dari tasnya. Ternyata dari Briyan, Nayla tetep diam. “Angkat donk Nay..” suruh Reni. “Dari dia ..?” Nayla ngangguk.”Yaa, diangkat dong... Kalian harus ngomong.” “Gue nggak siap, Ren!” Ucap Nayla.”Gue harus ngomong apa?!”
“Lo cinta nggak sama dia gak??!” Tanya eni lagi.
“Y-yaa... ya... cinta...” Jawab Nayla tergagap “Tapi dia murid gue, Ren!” Nayla masih nggak yakin.

Sementara itu, Briyan yang sedang kesal, karena teleponnya gak diangkat Nayla, melampiaskannya sambil menggebuk drum dengan kencangnya. Sampai2 ia kecapekan sendiri.
“Kamu nggak adil, Nay! Kamu jahaaat! Kamu nggak bisa gini!Aku cinta kamuuuu....” gerutu Briyan.

Briyan berdiri bersandar di tembok. Sengaja menunggu Nayla lewat. Tapi NAYLA malah lewat begitu saja. Seolah nggak ada BRIYAN di situ! BRIYAN jadi kesal. Briyan kemudian menarik Nayla dengan paksa.
“Kamu kenapa sih, Nay!Jangan berlagak lupa ingatan! Kamu pasti kenal aku! Aku yang pernah membawa kamu ke danau dan hampir nyium kamu!” teriak Briyan. Tapi Nayla malah balik memarahi Briyan.
“Tutup mulut kamu, Bri! Kamu harus inget. Di sini kamu murid dan saya guru!” Ucap Nayla.itu sudah cukup untuk aku berpikir seribu kali buat jadi pacar kamu!”
“Tapi Nay... bukannya di pantai kita udah...”
“Udah apa?! Kalaupun ada apa-apa yang terjadi,lupakan, dan anggap itu nggak pernah terjadi! Ngerti!” Bentak Nayla. Dan Nayla bergegas pergi.

Sementara itu diruang guru. Para guru2 sibuk membicarakan kehadiran Priyo yang sudah mengusik ketenangan sekolah dan juga Kepala Sekolah. Bahkan mereka mengira masalah ini ada semenjak ada Nayla. Gak lama kemudian Nayla masuk. Semua guru menatap kearah Nayla. Salah seorang guru menanyakan, kenapa Priyo mengajar di sekolah ini. Neyla yang memang tidak tahu apa2 tidak bisa menjawabnya. Nayla jadi agak risih karena semua guru mengira kalau Nayla dan Priyo memang ada hubungan apa2.


Luna menghampiri Briyan yang sedang duduk sendirian di kantin. Luna memaksa Briyan untuk ikut ke acara sepupunya, tapi Briyan tetap menolaknya. Kemudian Briyan langsung beranjak bangkit. Tapi LUNA memegangi tangannya.
“ri... please dong... kamu datang, ya... ke kawinan sepupu aku”
“Males.” Jawab Briyan Asal, sambil berlalu pergi. Luna pun jadi cemberut.Seorang temennya menghampiri Luna.
“Lo mau Briyan datang?!” Tanya teman Luna. “Lo undang aja band nya buat ngisi acara!” Sejenak Luna bengong, tapi kemudian Luna setuju.
“Ide bagus!” teriak Luna senang, dan langsung menuju ke kantin. Menghampiri teman2 Briyan yang sedang berkumpul. Luna menawarkan mereka untuk manggung di acara sepupunya nanti.
“kalian bisa makan sepuasnya disana. Tapi gak Cuma itu, gue mau, lo pada nge-band! Komplit... sama Briyan!” Ucap Luna. Tapi temen2 Briyan langsung curiga, kalau maksud Luna hanya tertuju pada Briyan saja. Tapi Luna terus merayu mereka dengan alasan akan dapat bayaran buat modal mereka rekaman. Semula mereka menolak, tapi karena uangnya, alhasil mereka pun setuju. Luna pun bersorak senang.

Briyan, menunggu Nayla pulang. Nayla pun melintas, Briyan mencoba menghentikan Nayla, tapi Nayla malah marah2.
“Aku mau bicara!” teriak Briyan.
“Soal, Apa lagi?!” Nayla kesal. “Kalau kamu terus ganggu aku. Aku bisa lapor polisi” Briyan yang kesal karena ucapan Nayla, lalu langsung menyodorkan Hpnya.
“Nihh... kamu telpon polisi!” Ucap Briyan. Nayla sama sekali tak mengambilnya.
“Kamu bikin kesabaranku habis, Nay!” Ucap Briyan kesal.
“Bri... aku udah bilang, lupakan!” Ucap Nayla.
“Mana bisa?!”
“Harus bisa!” teriak Nayla lagi.
“Kenapa?! Karena kamu guru dan aku murid?!” Nayla terdiam. “Aku laki-laki kamu perempuan, Nay!Apa yang salah?!” Tanya Briyan lagi.
“Karena kamu udah bohongin aku, Bri... Aku nggak tau kalau kamu masih anak SMU.” Nayla mulai kesal.
“Bohong?! Dimana aku bohong?! Bilang!” Briyan gak kalah teriaknya “Kamu nggak pernah nanya! Aku juga mana tau kalau kamu guru?! Tapi aku nggak marah. Karena buatku itu emang nggak masalah!”
“itu, Masalah buatku, Bri!” Jawab Nayla
“Kenapa, Nay?! Kamu pernah bilang... Cinta nggak kenal profesi, Bri! Aku juga nggak peduli kamu itu musisi! Yang penting bisa nyambung, cocok, that’s it! Iya kan? Briyan makin kesal.
“Aku pikir kamu musisi!”
“Aku akan jadi seperti itu! Dengan dukungan kamu, Nay! Dengan cinta kamu!” Jawab Briyan lg
“Aku, nggak bisa, Bri...” Jawab Nayla.
BRIYAN lalu memegang kedua bahu NAYLA dan memaksa NAYLA untuk menatapnya. Tapi Nayla tdk mau menatapnya.
“Kenapa?! Kamu nggak berani?! Kamu takut aku bisa ngeliat cinta di matamu juga?!”
Nayl menepis tangan Briyan dan lari meninggalkannya. Tapi Briyan tak mengejarnya, tapi malah teriak dengan segala sakit hati dan kekecewaannya.

Nayla menangis di kamarnya.
“Aku juga cinta, Bri... Tapi nggak bisa! Ada jurang yang membentangi kita! Ada tembok yang batasin kita!” jerit Nayla dalam hatinya.

Esoknya, di kelas Briyan, sedang ada ulangan. Nayla nampak sedang mengawasi murid2. tiba2 bel berbunyi. Nayla menyuruh semua murid mengumpulkan tugasnya. Semua murid keluar, kecuali Briyan. Ia masih saja mengerjakan soal2 itu. Nayla, mengetuk meja Briyan dengan pulpennya dan meminta tugas Briyan. Nayla mengambil kertas Briyan, dan beranjak pergi.
“Nay, aku minta maaf soal kejadian kemarin. Kalo kamu ingin aku pergi dari hati kamu, aku ikhlas... asal kamu jujur bilang kamu gak menyukai aku lagi...” Ucap Briyan tiba2. tapi Nayla tidak menjawab. Ia malah melangkah bergegas keluar dari kelas. Dan Briyan hanya bisa memandanginya dengan tatapan sedih.

Nayla masih bete ketika pulang kerumah, terlebih lagi ia melihat Priyo yang ada di rumahnya. Nayla bertambah bete. Nayla marah2 karena merasa risih, terus menerus diikuti oleh Priyo dengan perhatiannya yg berlebihan. Padahal Priyo hanya bermaksud mengajak Nayla ke acara pernikahan. Tapi Nayla menolaknya. Dan langsung meninggalkan Priyo masuk kekamarnya. Mama pun jadi merasa gak enak sama Priyo.

Esoknya, Mama merayu Nayla untuk ikut dalam acara arisan, yang sebenarnya (acara undangan dari Priyo). Mama memaksa Nayla untuk ikut, dengan alasan ingin mengenalkan Nayla pada teman2 mamanya.

Malamnya, Mama menggandeng Nayla dengan bangga, di pesta itu. Nayla curiga, kalau itu bukan acara arisan mamanya. Karena keadaannya seperti pesta perkawinan. Tapi mama malah cuek aja, dan tetap menarik Nayla untuk masuk. Mama langsung berjalan ke arah Priyo yang memang sudah menunggu. Nayla kaget, melihat Priyo. Mama kemudian menyerahkan Nayla pada Priyo. Semula Nayla menolaknya, tapi Priyo langsung menggandeng tangan Nayla dan mengajaknya pergi.

Sementara itu, di tempat yang sama, Briyan dan bandnya sedang manggung disana. Briyan belum sadar kalau itu adalah rencana Luna. Sementara Luna, mengawasi Briyan di balik kerumunan orang2.

Priyo masih menggandeng tangan Nayla, sebenarnya Nayla agak risih sama Priyo, tapi Priyo tetap tidak mau melepaskan peganggan tangannya. Nah disaat itulah Briyan melihat Nayla dan Priyo bergandengan. Nayla juga melihat Briyan di atas panggung. Briyan langsung tertegun. Ada kekecewaan di matannya.
“Ternyata kamu Pak Priyo kamu menolak aku Nayla...” ucap Briyan dalam hati. Briyan terus menatap Nayla dengan tatapan kesedihannya........




Bersambung ...........................





Peace
....................... iven’s





COWOK IMPIAN

Baca Cowok Impian & c0w0k_!mP!@n...! Part 2Yuk….!!
(Daftar Page Episode) klik aja di => http://sinetron.forumco.com/topic.asp?TOPIC_ID=129&whichpage=1


Cowok_Impian_2

Episode 17 (Page 1), Episode 18 (Page 3), Episode 19 (Page 5), Episode 20 (Page 6), Episode 21 (Page 7)

Go to Top of Page

ivens
SI Apprentice



Indonesia
501 Posts

Posted - 13 Feb 2007 :  17:06:52  Show Profile Send ivens a Private Message  Reply with Quote

semalem kasihan banget ya si Briyan..
sama gue aje deh Bri... gue siap nampung lo kok
hehehe, btw pada kemana neh,.. kok sepi beeng sih
Nayla cantik banget ya semalam,
seksi euy klo jd guru...

huhuhu... Briyan beda banget sama Kevin ya
di JR Briyan sama sekali gak bisa ngerjain soal yg di kasih Nayla
sementara Kevin selalu ngasih soal ke Arika
hahaha.... kok jd OOT sih

Episode besok gmn ya
Briyan udah liat Nayla sama Priyo
patah hati deh dia
jng2 gantian dia yg marah sama Nayla
will see... tunggu episode ke 3 aza deh....



peace
.......... iven's





COWOK IMPIAN

Baca Cowok Impian & c0w0k_!mP!@n...! Part 2Yuk….!!
(Daftar Page Episode) klik aja di => http://sinetron.forumco.com/topic.asp?TOPIC_ID=129&whichpage=1


Cowok_Impian_2

Episode 17 (Page 1), Episode 18 (Page 3), Episode 19 (Page 5), Episode 20 (Page 6), Episode 21 (Page 7)

Go to Top of Page

loe_pous
SI Protege



Indonesia
133 Posts

Posted - 13 Feb 2007 :  18:09:53  Show Profile Send loe_pous a Private Message  Reply with Quote

weitsss, ivens mulai beraksi lg neh... hehe.. kemaren gue nonton sih, tp ujungnye doank, awalnya ketinggalan, btw kayaknya JR dah makin banyak iklannya ya, soalnya kemaren mayan lama tuh iklannya, berarti udah bnayk yg suka ya..!! thx ya vens reviewnya

kangen ya sama Kevin, deuh kesiaann deh lo, hehehe, emang beda banget sih si Briyan itu, die bisa main band, bagian drum lg, kenapa gak vokalnya aja, tapi emang lebih keren jd drumernya kali ya...

Go to Top of Page

nona
SI Protege



Malaysia
467 Posts

Posted - 15 Feb 2007 :  08:29:10  Show Profile Send nona a Private Message  Reply with Quote
hi....

iya sih..briyan beda banget sama kevin..
episode kemarin, briyan cemburu pas lihat nayla sama pak priyo..
pak priyo lucu juga sih..
the next episode, pasti giliran ibu nayla yang cemburu lihat
briyan sama luna..

ga sabar deh lihat mereka baikan lagi...
kayak begini..




romantis...
tapi mukanya briyan lucu deh...

...TwiN's eFFecTs....


MaRceL & MiSchA ChaNdraWinaTa
Go to Top of Page

ivens
SI Apprentice



Indonesia
501 Posts

Posted - 15 Feb 2007 :  14:35:23  Show Profile Send ivens a Private Message  Reply with Quote


iya, pak priyo emang lucu
tapi gak cocok sama umurnya ya
kayaknya semua pemainnya terlalu muda deh
ya... kecuali si Briyan emang masih cocok banget jd anak SMA
tapi kalau Nayla... hmmm
waktu thn 2002 dia masih jd murid
thn 2007 udah jd guru
berarti umurnya berkisar 23 tahunan gitu donk
kok udah jd guru ya, gak kemudaan tuh????
hmmm.. pemikiran kerangka skenarionya gak pas tuh



peace
........... iven's





COWOK IMPIAN

Baca Cowok Impian & c0w0k_!mP!@n...! Part 2Yuk….!!
(Daftar Page Episode) klik aja di => http://sinetron.forumco.com/topic.asp?TOPIC_ID=129&whichpage=1


Cowok_Impian_2

Episode 17 (Page 1), Episode 18 (Page 3), Episode 19 (Page 5), Episode 20 (Page 6), Episode 21 (Page 7)

Go to Top of Page

nona
SI Protege



Malaysia
467 Posts

Posted - 15 Feb 2007 :  15:53:51  Show Profile Send nona a Private Message  Reply with Quote
awalnya gue fikir, characternya pak priyo itu serius..
tapi ternyata lucu.
tapi ok juga tuh,bisa ketawa2..
JR jadinya komedi romantis...

...TwiN's eFFecTs....


MaRceL & MiSchA ChaNdraWinaTa
Go to Top of Page

red_planet
~SI Moderator



Indonesia
1792 Posts

Posted - 16 Feb 2007 :  14:57:45  Show Profile Send red_planet a Private Message  Reply with Quote
quote:
Originally posted by ivens


tapi kalau Nayla... hmmm
waktu thn 2002 dia masih jd murid
thn 2007 udah jd guru
berarti umurnya berkisar 23 tahunan gitu donk
kok udah jd guru ya, gak kemudaan tuh????
hmmm.. pemikiran kerangka skenarionya gak pas tuh

peace
........... iven's



Halo Ven!
Ikutan yah.

Bisa dong, Ven. Nggak kemudaan kok.
Lulus kuliah kan 22 tahun. Trus langsung jadi guru bisa donk.
Dosen aja bisa kok... tapi Asdos sih.


Go to Top of Page
Page: of 9 Previous Topic Topic Next Topic  
Previous Page | Next Page
 New Topic  Reply to Topic
 Printer Friendly
Jump To:
Sinetron Indonesia © Sinetron Indonesia Go To Top Of Page
This page was generated in 1.62 seconds. Snitz Forums 2000
RSS Feed 1 RSS Feed 2
Powered by ForumCo 2000-2008
TOS - AUP - URA - Privacy Policy
ForumCo Free Blogs and Galleries
Signup for a free forum or Go Banner Free